<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Efektivitas layanan Bimbingan Klasikal dengan metode Problem Based Learning (PBL) untuk mengurangi ketergantungan Gadget siswa kelas XI SMK PGRI 4 Kota Kediri</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Sephiana Diva</mods:namePart><mods:namePart type="family">Sari</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini dilatarbelakangi pada observasi yang menunjukkan bahwa siswa kelas sebelas di SMK PGRI 4 Kediri memiliki kecenderungan signifikan dari ketergantungan pada gadget. Kondisi ini tercermin dalam penggunaan gadget yang berlebihan, kecenderungan mengakses media sosial atau bermain game di luar minat akademik, dan berkurangnya konsentrasi dalam belajar dan interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas layanan bimbingan klasikal menggunakan metode Problem Based Learning (PBL) dalam mengurangi ketergantungan gadget pada siswa kelas XI di SMK PGRI 4 Kediri. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah desain pre-eksperimental dengan desain one group pretest -&#13;
posttest. Pengumpulan data mengenai ketergantungan gadget menggunakan skala ketergantungan gadget, yang validitas dan reliabilitasnya telah diuji. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini seluruh kelas XI SMK PGRI 4 Kediri yang berjumlah 76 siswa, dengan jumlah sampel 34 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Metode analisis data meliputi analisis statistic deskriptif, uji normalitas, uji paired sample t-test, dan uji N-Gain.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pretest adalah 71,91 dan rata-rata skor posttest adalah 89,47, yang menunjukkan peningkatan sebesar 17,56. Uji paired sample t-test menghasilkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) &lt;0,001. Nilai ini kurang dari 0,05, menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kondisi siswa sebelum dan sesudah menerima layanan bimbingan klasikal menggunakan metode Problem Based Learning (PBL). Oleh karena itu, hipotesis penelitian (Ha)&#13;
diterima, sedangkan hipotesis nol (Ho) ditolak. Untuk mengukur efektivitas layanan, dilakukan tes N-Gain berdasarkan hasil pretest dan posttest. Hasil tes N-Gain menunjukkan skor rata-rata 0,7204, atau 69,8754%, yang dianggap tinggi. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa layanan bimbingan klasikal dengan metode Problem Based Learning (PBL) berhasil mengurangi ketergantungan gadget pada siswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memungkinkan siswa untuk secara mandiri menerapkan strategi pengendalian diri dalam penggunaan gadget, sehingga mereka dapat menggunakan teknologi dengan lebih bijak dan bertanggung jawab. Bagi guru BK, penggunaan layanan bimbingan klasikal dengan pendekatan Problem Based Learning (PBL) dapat menjadi pilihan layanan yang efektif dalam mengatasi masalah ketergantungan gadget di kalangan siswa.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">803 Guidance and counseling</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-07-14</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Nusantara PGRI Kediri;KODEPRODI86201#Bimbingan dan Konseling</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>