SIMBOLISME KEMBAR MAYANG DALAM PERNIKAHAN ADAT JAWA DI KABUPATEN KEDIRI

Istiqomah, Nurul and SARDJONO, SARDJONO and WARYANTI, ENDANG (2022) SIMBOLISME KEMBAR MAYANG DALAM PERNIKAHAN ADAT JAWA DI KABUPATEN KEDIRI. Undergraduate thesis, Universitas Nusantara PGRI Kediri.

[img] Text (Full Text)
RAMA_88201_18101070021.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Public Domain Dedication.

Download (2MB) | Request a copy
[img] Text (Similarity)
RAMA_88201_18101070021_SIMILARITY.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Public Domain Dedication.

Download (18MB)
[img] Text (Cover sd BAB 1 + Reference)
RAMA_88201_18101070021_0718085904_0007075903_01_front_ref.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Public Domain Dedication.

Download (765kB)
[img] Text (BAB 2)
RAMA_88201_18101070021_0718085904_0007075903_02.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Public Domain Dedication.

Download (359kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
RAMA_88201_18101070021_0718085904_0007075903_03.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Public Domain Dedication.

Download (724kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
RAMA_88201_18101070021_0718085904_0007075903_04.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Public Domain Dedication.

Download (944kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 5)
RAMA_88201_18101070021_0718085904_0007075903_05.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Public Domain Dedication.

Download (293kB) | Request a copy
[img] Text (References)
RAMA_88201_18101070021_0718085904_0007075903_06_front_ref.pdf - Bibliography
Available under License Creative Commons Public Domain Dedication.

Download (281kB)
[img] Text (Lampiran)
RAMA_88201_18101070021_0718085904_0007075903_07_front_lamp.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Public Domain Dedication.

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Simbolisme sangat menonjol peranannya dalam adat istiadat. Simbolisme tampak sekali dalam upacara-upacara adat yang merupakan warisan turun temurun dari generasi tua ke generasi muda. Segala bentuk kegitan simbolik dalam masyarakat tradisional merupakan upaya pendekatan manusia kepada Tuhan yang telah menciptakannya, memberikan kehidupan dan menentukan kematian. Dalam upacara adat pernikahan Jawa bagian terpenting dalam upacara pernikahan adat Jawa adalah panggih pengantin, atau temon (dalam bahasa Indonesia = bertemu). Upacara panggih yaitu upacara saat bertemunya pengantin laki-laki dan pengantin perempuan, diselenggarakan di tempat keluarga pengantin perempuan. Upacara ini diselenggarakan sesudah acara ijab kabul atau akad nikah. Upacara pernikahan di Kabupaten Kediri dalam setiap rangkaian upacara pernikahan salah satu yang tidak dapat ditinggalkan dan selalu ada adalah kembar mayang. Kembar mayang merupakan salah satu unsur yang terdapat dalam upacara adat tradisional Jawa, biasanya digunakan pada upacara pernikahan. Namun, jika dilihat dari bentuk dan fungsinya, hiasan yang terdapat dalam kembar mayang merupakan hal yang kurang dipahami oleh masyarakat Jawa di Kabupaten Kediri terutama generasi-generasi muda. Kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap simbol dan makna dari kembar mayang ini mengakibatkan masyarakat dan pemuda-pemuda beranggapan bahwa kembar mayang ini hanya sekedar hiasan dekoratif yang terdapat dalam pernikahan adat Jawa. Tetapi sebaliknya simbol dan makna yang terkandung dalam kembar mayang ini memiliki pesan penting dalam melangsungkan kehidupan berumah tangga. Berdasarkan latar belakang masalah, peneliti tertarik membahas lebih jauh serta lebih mendalam mengenai bentuk, makna, fungsi dan mantra kembar mayang dalam pernikahan adat Jawa di Kabupaten Kediri. Penelitian ini menggunakan pendekatan arketipal. Pendekatan arketipal (archetypal approach) muncul bertolak dari pemikiran bahwa sastra tidak hanya bagian dari kehidupan kebudayaan moderen atau kebudayaan maju, tetapi juga dikenal dan dimiliki olek masyarakat yang belum maju, yang masih hidup dalam lingkup kebudayaan yang dikenal memberi pengaruh terhadap sastra dan kehidupan masyarakat yang telah maju. Selain itu penelitian ini juga menggunakan penelitian kajian simbolisme yang terdiri dari: 1) bentuk simbol kembar mayang, meliputi: gedebog (pohon pisang), janur, daun beringin, daun puring, daun andong, bunga mayang, gunung- gunungan, keris-kerisan, payung-payungan, manuk-manukan (burung), uler- uleran (ulat), pecut-pecutan (cambuk), walang-walangan (belalang), kitiran, kipas-kipasan, 2) makna kembar mayang, meliputi: gedebog (pohon pisang), janur, daun beringin, daun puring, daun andong, bunga mayang gunung-gunungan, keris- kerisan, payung-payungan, manuk-manukan (burung), uler-uleran (ulat), pecut- pecutan (cambuk), walang-walangan (belalang), kitiran, kipas-kipasan, 3) fungsi simbol kembar mayang, meliputi: gedebog (pohon pisang), janur, daun beringin, daun puring, daun andong, bunga mayang, gunung-gunungan, keris-kerisan, payung-payungan, manuk-manukan (burung), uler-uleran (ulat), pecut-pecutan (cambuk), walang-walangan (belalang), kitiran, kipas-kipasan. 4) mantra simbol kembar mayang. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi dengan kajian simbolisme. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Penelitian dilakukan di Kabupaten Kediri khusunya di Desa Wonojoyo, Desa Plosorejo, Desa Tugurejo, Desa Klanderan. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan selama enam bulan yakni bulan Oktober sampai bulan maret 2022. Tahapan dalam penelitian ini ada 3 yaitu ) Pembuatan Rencana Penelitian, 2) Pelaksanaan Penelitian, 3) Penyelesaian. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Dalam rangkaian kembar mayang terdapat beberapa bentuk meliputi: gedebog (pohon pisang), janur, daun beringin, daun puring, daun andong, bunga mayang, gunung-gunungan, keris-kerisan, payung- payungan, manuk-manukan (burung), uler-uleran (ulat), pecut-pecutan (cambuk), walang-walangan (belalang), kitiran, kipas-kipasan. Kajian simbolisme kembar mayang dalam pernikahan adat Jawa di Kabupaten Kediri meliput: 1) deskripsi bentuk simbol, 2) deskripsi makna simbol, 3) deskripsi fungsi simbol, 4) deskripsi mantra simbol. Dengan adanya penelitian tentang “Simbolime Kembar Mayang dalam Pernikahan Adat Jawa di Kabupaten Kediri” maka akan diketahui betapa banyak budaya leluhur yang harus dilestarikan oleh masyarakat , salah satunya adalah simbolisme kembar mayang yang dapat dilaksanakan oleh mayarakat, dengan tujuan agar anak-anak muda dan masyarakat awam bisa memahami banyaknya nilai-nilai simbolisme yang terkandung dalam kembar mayang. Dalam kembar mayang ini mempunyai implikasi terhadap ketenangan lahiriyah dan batiniyah bagi kedua calon pengantin yang akan membangun rumah tangga. Dan agar dapat menambah wawasan masyarakat mengenai simbolisme kembar mayang.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Symbolism, Mayang Twins, Javanese Traditional Wedding
Subjects: 500 Linguistics > 510 Sub rmpun literature (and language) indonesia and region
500 Linguistics > 511 Regional literature (and language) (javanese, sundanese, batak, etc.)
500 Linguistics > 512 Indonesian literature (and language)
500 Linguistics > 513 Literature (and language) of indonesia or other regions
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > S1-Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Depositing User: Mrs Nurul Istiqomah
Last Modified: 08 Sep 2022 03:45
URI: http://repository.unpkediri.ac.id/id/eprint/8365

Actions (login required)

View Item View Item